"karena terkadang senyuman bisa memberikan arti yang lebih indah dari sekedar kata - kata untuk orang lain." -MT-
Sabtu, 15 Desember 2012
Minggu, 28 Oktober 2012
Wanita Ingin Dimengerti
Ternyata semua wanita memang selalu ingin dimengerti.
Lagu Ada Band, "Wanita Ingin Dimengerti" itu bener bangett.
Lagu Ada Band, "Wanita Ingin Dimengerti" itu bener bangett.
Nggak wanita remaja, nggak wanita dewasa selalu ingin dimengerti semua keinginannya.
Walau wanita itu nggak to the point ngomong apa yang diinginkan ke pasangannya, tetapi mereka ingin kalau pasangannya mengerti akan keinginannya.
Kalau boleh saran sih, seharusnya para lelaki itu lebih perasa tehadap pasangannya.
Harusnya tau bagaimana mengerti wanitanya, apa yang tersirat dalam ucapannya.
Harusnya tau bagaimana mengerti wanitanya, apa yang tersirat dalam ucapannya.
Tidak perlu harus Si wanita mengungkapkan apa yang diinginkan kepada pasangannya.
Karena Si wanita hanya ingin mengetahui bagaimana Si lelaki mengerti keinginannya dan paham akan dirinya.
So, bagi para lelaki, belajar untuk mengerti apa yang tersirat dalam ucapan para wanita nya yaa.
Karena Wanita Ingin Dimengerti. :)
Rabu, 01 Agustus 2012
Yang Ku Rasa
aku bukan gadis cengeng
tapi saat ini aku menangis karena hatiku sedang bergejolak
tak tentu arah, tak tau apa yang kurasakan
aku hanya mengasihani diriku sendiri
bagaimana aku berjuang
bagaimana aku bersabar
bagaimana aku berkorban
bagaimana aku mengerti
bagaimana aku tersakiti
namun aku tak menemukan jawaban
aku hanya bisa diam, menahan emosi
aku hanya termenung memikirkan apa yang harus kulakukan
aku hanya bisa tersenyum walau sakit
dan aku hanya bisa terus mengerti kamu
tidakkah kau bisa mengerti aku aku, sedikit saja
atau mungkin saat aku memutuskan untuk tidak bersamamu lagi, saat itu pula kau harus benar-benar mengerti
Lokasi:
Jember, Indonesia
Kamis, 26 Juli 2012
Tentang Hati
Kalo udah bulan Ramadhan gini pasti banyak acara TV yang menayangkan para ustadz berceramah.
Nah nggak sengaja aku lagi nonton acara TV dengan UJE penceramahnya.
Inti ceramahnya tentang hati.
Ketika Allah menciptakan mata manusia, Malaikat Jibril mengetahui fungsi mata untuk melihat.
Ketika Allah menciptakan mulut manusia, Malaikat Jibril mengetahui fungsi mulut untuk berbicara.
Tapi ketika Allah menciptakan hati manusia, Malaikat Jibril tidak mengetahui fungsi hati itu untuk apa.
Dan segera dijawab oleh Allah, bahwa hati berfungsi untuk menyimpan potret memori seseorang tersebut dari masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang.
Apa yang ada di dalam hati sangatlah rahasia. Tidak ada yang tahu isi hati seseorang.
Yang mengetahui apa yang ada di dalam hati orang tersebut hanyalah dirinya dan Allah.
Itulah mengapa isi hati manusia sangatlah rahasia.
Dan ketika engkau bisa memaknai hati, maka masuklah ke dalam kamar hati untuk mengintrospeksi diri dalam cermin hati, supaya berhati-hati untuk sesuatu yang menyakitkan hati.
Jumat, 20 Juli 2012
Tenggelam
"Kenapa?", tanyamu saat melihat wajahku duduk di sebelahmu.
"Nggak kenapa-napa.", jawabku sebal sambil memainkan tas selempangku.
"Kok gitu jawabnya? Ngambek?", tanyamu lagi.
"Nggak!", jawabku ketus.
"Marah gara-gara semalem? Aku kan udah bilang, aku berangkat ke toko bukunya. Kamu malah ngebatalin."
"Kok aku? Aku kan udah ngajak kamu, tapi nggak digubris. Eh, kalo temenmu yang ngajak langsung aja berangkat."
"Tuh kan, kamu nggak pernah tanya ke aku. Kata siapa aku nggak ngegubris kamu?"
"Ah. Udah deh. Males!", jawabku sebal sambil menopang dagu menatap lurus pepohonan yang ada di hadapanku.
"Wanita itu selalu tenggelam dengan pikirannya sendiri.", katamu.
Aku diam.
"Wanita selalu dipengaruhi sama pikirannya sendiri. Apa yang ada di pikirannya pasti dianggap akan terjadi. Padahal belum tentu.", katamu lagi.
Aku tetap diam. Memikirkan kalimat-kalimat yang kau ucapkan barusan.
'Ada benarnya. Tapi sudah sering kamu tidak mempedulikan aku, yang aku katakan bahkan ajakan. Dan barusan aku hanya mengungkapkan kekesalanku, tapi . . . . '
Aku menggantungkan kalimat dalam pikiranku. Takut kembali tenggelam dengan pikiranku sendiri.
Dan hening menghampiri, ditemani angin sejuk yang menyibak rambut panjangku.
Lokasi:
Jember, Indonesia
Kamis, 07 Juni 2012
malam itu
air mataku tak bisa tumpah di hadapannya
hanya tercekat sampai tenggorokan
dadaku terasa sesak mendengarkan kata-katanya
aku hanya mampu menghela nafas dan tersenyum
ternyata dia tak bisa melupakan seseorang di masa lalunya
tapi sekarang dia juga memilih aku
apakah aku harus mengerti kondisinya saat ini?
lalu bagaimana dengan perasaanku?
lalu bagaimana dengan perasaanku?
Selasa, 05 Juni 2012
Tentang Pertemanan
Sebuah kekompakan bukan berarti harus berbaur dengan semuanya. Artinya tidak perlu seorang individu berusaha dekat dengan semua orang yang ada di sekitar lingkungannya.
Seorang individu mempunyai lingkaran pertemanan masing-masing. Seorang individu akan lebih merasa nyaman dengan teman yang dipilihnya, dan tidak mungkin orang lain bisa memasuki lingkaran pertemanan tersebut. Bukan berarti dengan teman yang dipilihnya, individu tersebut tidak mempedulikan sekitarnya. Tetapi individu tersebut tetap berteman baik dengan yang lain, tetapi tidak merasa senyaman dengan teman yang dipilihnya.
Karena kenyamanan seseorang dalam sebuah pertemanan sangat penting. Sebuah pertemanan yang positif akan mengubah orang tersebut menjadi positif pula. Bila seseorang berteman dengan orang yang pintar, jangan sekali-kali orang lain merasa iri karena mereka adalah kumpulan teman yang pintar. Kalau yang lain ingin pintar, pilihlah teman yang juga bisa memintarkan kalian.
Bukan hanya masalah kepintaran yang akan menular pada suatu pertemanan, tapi kedewasaan pun juga bisa menular. Jika seseorang berteman dengan orang yang mempunyai sifat dewasa, jangan diragukan lagi kedewasaan orang tersebut, karena orang itu akan belajar dari seorang temannya dan akan mencoba menjadi bersifat dewasa pula.
Jadi, jangan pernah men-judge sebuah pertemanan dengan kata-kata "kumpulan", "grup", atau "geng".
Karena orang itu sendiri yang mengerti bagaimana dirinya memposisikan dia di lingkungannya. Dan yang pasti, dia tahu apa, bagaimana dan dengan siapa dia bisa lebih baik dan maju.
Sabtu, 12 Mei 2012
About Teknik
Wah udah Mei ternyata. Sudah hampir 3 bulan ga mosting.
Hmm. Terlalu sibuk ngerjain tugas sampe ga sempet mosting.
Yah tugas, laporan numpuk semua.
Maklum anak teknik.
Teknik.
Apa sih yang terpikir kalo ada orang yang kuliah di Fakultas Teknik? Cewek lagi.
Tapi buat kami, kuliah di fakultas teknik itu jalan dari Allah yang harus dijalani. Pasti ada kesuksesan dibalik pengorbanan kami selama ini.
Teknik itu identik dengan :
- Fakultas yang isinya cowok semua. Tapi ternyata nggak kok, Teknik ada ceweknya juga, walaupun minoritas. :)
- Tugas dan laporan yang numpuk. Tapi dengan banyak tugas seperti itu, kita jadi bisa memprioritaskan mana dulu yang harus dikerjakan. Bisa belajar me-manage waktu.
- Asistensi laporan. Bahasa singkatnya sih Acc. Satu laporan bisa Acc sampe 4 kali ke Aslebnya masing-masing. Kalo ada 3 praktikum trus tiap praktikum ada 4 laporan, bisa dihitung berapa kali kita Acc ke Asleb. --"
- Waktu sangat berarti untuk kita. Kita harus bekerja cepat untuk ngerjain tugas maupun laporan. Acc laporan kapan aja bisa dilakukan. Jam 1 malem pun di lakukan buat Acc di kampus.
- Belajar untuk bekerja sama, bukan individual. Bekerja sama untuk saling membantu mengerjakan tugas. Ternyata dengan kerja sama bisa mendapat nilai tertinggi lho.
- Lebih bisa menjaga kekompakan. Kompak dalam segala hal. Dari ngerjain tugas sampe nginep di rumah temen buat ngerjain laporan.
- Punya rasa persaudaraan yang tinggi. Bisa menjaga satu sama lainnya. Apalagi cowok cowok teknik bisa menjaga kami si cewek cewek teknik. :)
- Pulang malem itu biasa. Buat para cewek cewek teknik, jam 11 malem nyetir sendirian di jalan itu sudah biasa.
Apalagi yaa??
Menurutku sih itu.
Menurutku sih itu.
Belajar itu bukan hanya dalam perkuliahan, tapi dari suatu kejadian ataupun pengalaman.
Dari sini, kita bisa belajar banyak, hal positif tentunya.
Sesuatu yang kita kerjakan sekarang, menurut kita berat dan susah, tapi kita yakin, di masa depan pasti ada balasan yang baik yang membuat kita tersenyum lebar.
WE PROUD BE ENGINEER. :)
AND I'M PROUD TO HAVE FRIENDS LIKE YOU GUYS. :)
Rabu, 22 Februari 2012
quote of the day
"Genggam dengan tulus apa yang ada di genggamanmu. Jangan mencari sesuatu yang belum pasti, kemudian melepaskan apa yang ada di genggamanmu saat ini. Jika kau gagal, kau bahkan tidak memiliki keduanya.
-bu dosen-
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
Jumat, 17 Februari 2012
Musik
Apa sih arti musik?
Musik adalah sebuah bahasa yang universal yang bisa digunakan oleh siapapun, dengan alat apapun, dan dalam kondisi apapun untuk mengekspresikan situasi atau perasaan.
Itu adalah salah satu arti musik dari sekian banyak pengertian tentang musik.
Banyak jenis musik yang disuguhkan di Bumi ini, ada pop, dangdut, rock, klasik, keroncong, hip hop, dll. Dengan beragamnya musik di dunia, seseorang bisa mendengarkan berbagai jenis musik di telinganya, tidak hanya satu. Namun yang pasti, seseorang pasti mempunyai jenis musik favoritnya.
Dalam arti luas, musik itu bahasa universal.
Musik memang penyambung negara-negara di dunia. Kita yang ada di Indonesia, secara tidak langsung mempelajari bahasa Inggris saat kita mendengarkan lagu-lagu Barat. Kenapa begitu? Karena secara tidak langsung pula, kita akan mencari tau arti bait per bait dari lagu tersebut.
Tidak hanya kita di Indonesia, orang luar negeri juga bisa bahasa kita lho, meskipun hanya hafal lirik lagu aja.
Baru-baru ini Agnes Monica berkolaborasi dengan penyanyi asal Brazil, Christian Chavez. Di dalam lirik lagu yang mereka bawakan, diselipkan beberapa lirik menggunakan Bahasa Indonesia. Dengan tenarnya duet mereka, banyak masyarakat Brazil yang hafal lagu tersebut. Dan mereka juga bisa menyanyikan lirik lagu yang berbahasa Indonesia pula.
Musik juga bisa menginspirasi seseorang.
Musik bisa menginspirasi penulis untuk membuat film, contohnya film "Malaikat Tanpa Sayap" yang saat sudah bisa ditonton di bioskop-bioskop. Dan ternyata, penulis film ini mengakui bahwa film ini ada karena dia terinspirasi dari lagu yang berjudul "Malaikat Juga Tahu", yang dinyanyikan oleh Dewi Lestari.
Musik juga bisa mengekspresikan situasi atau perasaan.
Nah, yang satu ini pasti setuju, bagaimanapun perasaan kita, pasti akan diikuti dengan lagu. Yah, semacam soundtrack dalam hidup kita.
Dalam keadaan senang, kita mendengarkan lagu-lagu yang ceria, yang membuat kita tersenyum.
Dalam keadaan sedih, kita juga mendengarkan lagu-lagu sedih. Saat patah hati misalnya, kita mendengarkan lagu-lagu yang menyayat hati.
Dan situasi yang satu ini banyak dialami remaja saat ini, yaitu galau. Yah, lagu-lagu slow, lagu yang meneteskan air mata, lagu yang menggugah perasaan, itu adalah pilihan lagu untuk kegalauan.
Musik juga bisa menjadi kenangan bagi beberapa orang.
Musik juga sebagai mata pencaharian seseorang.
Banyaknya studio musik, pencipta lagu, label musik, dll. Itu adalah sedikit dari banyaknya usaha dari musik.
Musik sangat banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari.
Kita bisa mendengarkannya setiap hari.
Musik dari televisi, radio, di jalan, di mobil, bahkan di dalam HP kita, kita mengisi lagu-lagu yang sesuai situasi perasaan kita.
Kadang ada yang berpendapat, seseorang bisa diketahui dari HPnya, karena lagu-lagu yang ada di HPnya.
Yahh, musik tidak akan pernah mati. Musik bagian kehidupan seseorang. Dunia tidak bisa dipisahkan dengan musik.
Dan musik akan selalu menjadi soundtrack kehidupan kita.
So, apa arti musik buat kamu?
Selasa, 14 Februari 2012
quote of the day
"embun tidak perlu warna untuk membuat daun jatuh cinta." -malaikat tanpa sayap-
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
Sabtu, 11 Februari 2012
quote of the day
"Mengalah bukan berarti kalah, tapi kau tau, mengalah itu tanda mengerti."
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
Rabu, 08 Februari 2012
quote of the day
"Jangan berkata paham, bila kau belum tentu benar-benar paham.
Paham yang kau bilang bisa benar bisa salah.
Kau bahkan tidak paham akan keadaan ini.
Kau tidak tau keadaan yang sebenarnya.
Jadi jangan kau bermain dengan kata paham."
Jadi jangan kau bermain dengan kata paham."
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
quote of the day
"Jangan pernah melihat sesuatu dari satu sisi, hanya dari sudut pandangmu saja misalnya.
Tapi lihat juga dari sisi lain.
Supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan keegoisan.
Ingat, masalah bukan hanya datang padamu saja, tapi orang lain juga merasakannya."
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
Selasa, 07 Februari 2012
Kertas Yang Kau Remas
Suatu hari, kau duduk di kursi menghadap meja di depanmu.
Duduk dengan nyaman di sana.
Kau melihat barang-barang yang ada di atas meja.
Kau yang mempersiapkan itu semua sebelum kau duduk tenang di sana.
Ada kertas putih tersusun rapi di sebelah tangan kananmu, bolpoin hitam dan merah, ada juga spidol bertebaran warna di atas meja.
Selain itu, ada lembaran usang yang penuh tulisan dan gambar di sebelah tangan kirimu.
Sambil tersenyum bahagia, kau ambil selembar kertas putih yang ada.
Awalnya kau memandang kertas itu, membolak-baliknya dan kemudian kau letakkan secara halus di atas meja.
Awalnya kau memandang kertas itu, membolak-baliknya dan kemudian kau letakkan secara halus di atas meja.
Kau mulai memilih alat tulis yang ingin kau pakai.
Dan kau mulai menggoreskan bolpoin hitam di atas kertas itu.
Menulis huruf demi huruf hingga menjadi kata.
Menyusun kata demi kata hingga menjadi kalimat.
Dan merangkai kalimat menjadi sebuah cerita.
Bukan hanya warna hitam yang kau pakai.
Ada coretan merah dalam kata-katamu.
Mungkin kau sedang merasa marah saat kau menulis kata itu.
Bukan hanya cerita yang kau tuangkan dalam kertas, tapi juga gambar yang sangat indah.
Kau menggambar pelangi di sana.
Dengan spidol warna, kau membuat pelangi yang sangat indah dengan warna-warna indah pelangi.
Kau sangat menghayati saat kau mewarnainya.
Kau terus tersenyum saat menggambarnya.
Entah kenapa kau menggambar pelangi yang dalam kenyataan akan datang sekilas menghiasi bumi, bukannya matahari yang selalu menyinari bumi dengan tulus di setiap siang.
Kau terus tersenyum saat menggambarnya.
Entah kenapa kau menggambar pelangi yang dalam kenyataan akan datang sekilas menghiasi bumi, bukannya matahari yang selalu menyinari bumi dengan tulus di setiap siang.
Dan saat kau mulai kembali menuangkan kata-katamu, tulisanmu seakan redup dan kabur.
Hampir tidak bisa terbaca.
Hampir tidak bisa terbaca.
Banyak jarak yang kau biarkan di atas kertas itu.
Di saat kekosongan yang kau buat di lembar putih itu, kau berfikir sejenak.
Meletakkan alat tulismu, dan mulai terdiam memandangi kertas itu.
Kau begitu lama berfikir, tapi akhirnya kau mulai menemukan jawaban.
Kau menghela nafas dan tangan kananmu mulai bergerak mengangkat kertas itu dari meja.
Memandangi sebentar kemudian kau mulai menggerakkan tanganmu.
Dan kau meremas kertas itu.
Kau buang kertas itu ke lantai.
Kau tidak memperdulikan kertas itu, tapi kau kembali menggenggam kertas yang ada di meja.
Kau menggenggam lembaran usang yang ada di atas meja.
Bukan hanya selembar kertas usang, namun ada berlembar-lembar kertas usang di sana.
Ternyata lembaran usang itu juga kau tulis dengan indah cerita dari tanganmu dan terlihat lukisan indah gambar-gambar dengan warna menarik di sana.
Kini kau lebih memilih lembaran usang itu.
Mungkin kau tak sadar, lembaran usang itu tersenyum bahagia ke arahmu dan tersenyum sinis ke arah remasan kertas yang ada di lantai.
Dan kau tau, AKULAH KERTAS YANG KAU REMAS.
diam dan mengalah
diam bukan berarti bisu
diam bukan berarti lemah
diam bukan berarti bodoh
diam juga bukan berarti takut
kau tau,
hanya diam yang bisa kulakukan
diam yang berarti mengalah
mengalah bukan karena kalah
tapi mengalah untuk menjaga perasaan
perasaanmu dan perasaannya
juga menjaga harga diriku di depan matamu
ingat,
diam juga berarti sabar untukku
tapi sabarku ada batasnya
jangan pernah kau menghina dan menyakitiku
aku tau,
kau tidak mau kehilangan dia
semua kata-katamu tentangnya yang kau ceritakan padaku hanya kepulan asap belaka
pintarnya kau bermain kata dan bersikap manis
hingga semua orang mengagumi kesempurnaanmu
dan aku kembali diam karena aku cukup tau sajalah akan keadaan ini
cukup aku simpan saja
dan diamku bukan berarti untuk kau manfaatkan lagi
karena aku tau bagaimana dirimu dan bagaimana dirinya
Jumat, 27 Januari 2012
.untitled.
Sore yang mendung ini, Lina menyusuri gang kecil menuju kosannya. Sudah 6 bulan Lina tinggal di kota apel ini. Kuliah di Teknik PWK Universitas Brawijaya, ngekos pula, menurutnya itu berat. Sudah jauh dari orang tua, makan harus beli, ini itu di urus sendiri. Tapi tak apalah, sebagai pembelajaran mandiri di kota orang.
“Linaaa!!!”, sambut Tya di teras kosan mereka.
“Apa Tya??”, tanya Lina memasuki kosan dengan membawa bungkusan nasi yang habis dibelinya di depan gang.
“Lin, mau ya aku kenalin ke temen aku?”, kata Tya menggandeng tangan Lina menuju kamar Lina.
“Nggak ah, males Tya.”
“Yahh, Cuma sebagai temen deh. Namanya Ilyas, dia anak UM.”
“Hmm, iya deh. Cuma kenalan aja kan? Boleh deh.”, jawab Lina sambil membuka bungkusan yang dibelinya tadi.
“Makasih Lina.”, kata Tya sambil tersenyum dan meninggalkan kamar Lina.
Pagi yang cerah ini, Lina sudah siap dengan segala perlengkapan kuliahnya. Dia sudah mencangklong tas pink nya dan memakai sepatu di teras kosannya. Dia menunggu Tya sambil menggulung lengan bajunya sampai siku.
“Lina.”, sapa Tya dari luar pagar kosan sambil menggandeng seorang cowok. “Ini Ilyas.”
Lina hanya tersenyum melihat cowok itu ada di hadapannya. Iyas, cowok bertubuh tinggi, kulitnya coklat, dan inilah fisik cowok yang di idam-idamkan Lina. Segera Ilyas menaikkan tangannya tanda untuk bersalaman.
“Ilyas.”, kata Ilyas dengan suara basnya.
“Lina.”, jawab Lina sambil menyalami tangan Ilyas.
@@@
Ilyas dan Lina, di awali dari dikenalkan oleh Tya, sahabat baru Lina. Dari perkenalannya di pagi yang cerah itu, hari-hari mereka berdua tetap cerah tanpa mendung sedikitpun. Ilyas yang berbeda universitas dengan Lina selalu tampak menjemput Lina di kosannya untuk mengantarnya ke kampus.
Tidak hanya ke kampus, Ilyas selalu mengajak Lina untuk pergi bersamanya, walau sekedar makan berdua. Kadang jalan-jalan mengitari Kota Malang berdua. Lina juga selalu ada di bangku penonton untuk melihat Ilyas latihan futsal.
Sudah dua bulan Ilyas kenal dengan Lina. Dan hari-hari mereka selalu mereka habiskan berdua. Tidak heran, jika teman-teman mereka selalu menggoda Ilyas dan Lina untuk segera jadian.
Dua bulan kenal Ilyas, Lina mulai sayang dengan Ilyas. Perhatian dan pengertian yang diberikan Lina begitu tulus kepada Ilyas.
“Lin, nanti sore makan bubur bareng yuk.”, ajak Ilyas lewat telepon.
“Kapan? Habis maghrib ya? Sekalian aku buka puasa.”, jawab Lina sambil duduk di bangku teras kosan.
“Boleh. Aku jemput ya?”
“Boleh.”
“Ya udah, Assallammualaikum.”
“Waalaikumsallam.”, Lina mematikan saluran telfon itu sambil berdiri dan akan meninggalkaan teras menuju kamarnya.
“Lina!”, teriak Tya dari luar pagar kosan dan mengurungkan niat Lina untuk ke kamarnya.
“Tya. Nggak perlu teriak-teriak. Aku denger kok.”, kata Lina duduk kembali.
“Lin, aku mau ngasih tau kamu sesuatu.”
“Apa?”
“Ternyata Ilyas udah punya pacar.”, jawaban Tya membuat Lina kaget dan memandang Tya.
“Nggak mungkin Tya. Barusan aku telfonan sama dia. Dia ngajak makan nanti.”, bela Lina.
“Tapi Lin, di foto profil facebooknya, dia foto sama cewek.”
“Nggak mungkin Tya, dia foto sendiri.”, kata Lina sambil membuka facebook lewat hapenya. “ Tuh kan, dia foto sendiri.”, yakin Lina sambil menunjukkan layar hapenya ke Tya.
“Tapi Lin, bukan ini nama facebooknya Ilyas yang aku liat tadi di tempat Raka.”,heran Tya. Raka itu pacar Tya. “Sini aku bukain pake punya Raka.”
Tya mengambil hape Lina dan mulai mencari facebook Ilyas yang lain. Tak butuh waktu lama, Tya segera memberitahukan ke Lina. Dia menyodorkan hape itu ke Lina.
“Bener kan?”, kata Tya takut.
“Lho, Ilyas punya facebook dua?”, tanya Lina heran. “Ini ceweknya Ilyas?”
“Kayaknya gitu Lin, tuh statusnya dia ‘berpacaran’.”
“Ini beneran cewenya Ilyas?”, tanya Lina nggak percaya sambil melihat foto cewek yang ada di dekapan Ilyas. Cewek itu pake hotpens dan kaos ketat di fotonya.
“Maaf ya Lin. Aku nggak tau harus gimana waktu aku tau dari Raka. Aku takut mau bilang ke kamu.”
“Nggak papa Tya. Aku malah harusnya makasih. Kamu udah kasih tau aku yang sebenarnya. Kalo nggak ada kamu, aku kayak orang bodoh yang mau-maunya di bohongin kayak gini.”, jawab Lina sambil tersenyum lega ke arah Tya.
Dan ternyata janji yang dibuat Ilyas, hanya janji belaka. Ilyas tidak datang ke kos Lina untuk menjemput Lina. Tapi saat ini Lina bersyukur dengan apa yang Allah tunjukkan kepadanya.
Dan mulai saat ini, Lina tidak lagi pergi berdua dengan Ilyas. Tidak lagi menemani Ilyas bermain futsal, tapi ceweknya yang menemani Ilyas di bangku penonton.
Bukan lagi Lina yang berpenampilan sederhana yang ada di bangku penonton, tapi seorang cewek yang menggunakan rok pendek di atas lutut, kaos ketat, high heels dan make up menor. Itu membuat teman-teman Ilyas heran dan tertawa mengejek Ilyas.
“Lina mana Yas? Kok ganti tante-tante?”
@@@
Pagi itu, Lina sudah bersiap pergi ke kampus. Lina duduk di bangku teras sambil memakai sepatunya.
“Lina.”, suara bas yang dikenal Lina terdengar di depan Lina.
Lina mendongak dan ternyata itu Ilyas. Lina berdiri sambil membenarkan tasnya dan tersenyum.
“Lina, aku udah putus.”, kata Ilyas sambil menunduk.
dedicated for my best friend, Merlin
this is your story
Sabtu, 21 Januari 2012
Manusia Bertopeng
Pasti pernah tau tentang topeng kan?
Tau karena membaca, tau dari teman, dari media, atau pernah melihatnya sendiri.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Topeng itu artinya penutup muka (dr kayu, kertas, dsb) yg menyerupai muka orang, binatang, dsb.
Dan biasanya topeng digunakan untuk kepura-puraan untuk menutupi maksud sebenarnya.
Biasanya, topeng digunakan untuk kesenian tari misalnya.
Pernah tau berbagai macam bentuk topeng kan?
Ada muka tersenyum, bahagia, tertawa, marah, sedih, dsb.
Ada muka tersenyum, bahagia, tertawa, marah, sedih, dsb.
Tapi, kita tidak tahu yang sesungguhnya bagaimana ekspresi orang yang memakai topeng tersebut.
Ternyata, di jaman sekarang ini, topeng bukan hanya untuk tarian saja.
Tapi sudah banyak manusia yang memakai topeng dalam kehidupan sehari-hari.
Tapi sudah banyak manusia yang memakai topeng dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun mereka tidak membawa topeng kayu seperti para penari, namun mereka sudah menjadikan wajah mereka topeng untuk bersandiwara.
Orang tersebut bisa menjadikan dirinya sebagai seseorang yang baik dan sempurna di depan banyak orang.
Orang tersebut bisa menjadikan dirinya sebagai seseorang yang ramah di orang-orang tertentu.
Orang tersebut bisa menjadikan dirinya sebagai seseorang yang sangat dibutuhkan oleh orang yang membutuhkannya.
Orang tersebut bisa menjadikan dirinya sebagai seseorang yang sangat dibenci oleh orang yang merasa dimanfaatkan olehnya.
Mungkin orang-orang di sekitarnya merasa senang dengan sikapnya.
Tapi, salah satu di antara mereka pasti merasakan sakit hati karena kepura-puraanya.
Sakit hati karena banyak topeng yang dipakainya.
Tulisanku ini terinspirasi saat membaca quote dari @karizunique
"Mungkin dia perlu berubah. Atau mungkin, yang dia butuhkan hanya melepas topeng."
Senin, 16 Januari 2012
Pelangi
PELANGI ???
Pasti semua tau pelangi.
Ciptaan Sang Maha Kuasa, yang begitu indah.
Pelangi muncul ketika hujan mulai mereda.
Ciptaan Sang Maha Kuasa, yang begitu indah.
Pelangi muncul ketika hujan mulai mereda.
Dan taukah kalian bagaimana pelangi menginspirasiku saat ini?
Yyahh.
Coba lihat pelangi.
Begitu banyak warna yang dia perlihatkan untuk kita manusia Bumi.
Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu.
Begitu indah dia melengkungkan warna-warna itu.
Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu.
Begitu indah dia melengkungkan warna-warna itu.
Keindahan yang tak terbatas dia suguhkan kepada kita.
Tapi apa yang dia lakukan setelah semua keindahannya dinikmati mata kita?
Dia hilang begitu saja. Lenyap entah kemana.
Dia meninggalkan kita yang sudah sangat menikmati keindahannya.
Keindahan yang menyejukkan hati.
Dan aku sadar di balik semua itu, pasti ada hikmah dan kebaikan.
Ketika pelangi muncul hujan reda, dan ketika pelangi itu hilang matahari datang untuk menyinari Bumi ini.
Cahaya yang mendatangkan harapan baru untuk manusia di Bumi.
Bukan hanya percaya dengan keindahan yang disuguhkan, tapi berfikirlah dan bersiaplah untuk kehilangan keindahan itu.
Banyak hikmah dan harapan yang ada ketika sesuatu itu hilang darimu.
Jumat, 13 Januari 2012
CANTIKK??
Cantik??
Apa sih yang kamu fikirin jika ada pertanyaan seperti itu?
Apa sih yang kamu fikirin jika ada pertanyaan seperti itu?
Kata cantik pasti selalu hadir di setiap hari kita.
Cantik itu identik dengan cewek, perempuan, atau wanita.
Dan kata cantik pasti mempunyai banyak arti dan pendapat sesuai dengan orang yang menerima pertanyaan tersebut..
Dan kata cantik pasti mempunyai banyak arti dan pendapat sesuai dengan orang yang menerima pertanyaan tersebut..
Dan disini aku akan menuliskan beberapa pendapat dari orang-orang sekitarku tentang kata CANTIK.
Ada yang bilang, Cantik itu cewek yang punya kulit putih, punya rambut panjang berwarna hitam yang tergerai indah.
Ada juga yang bilang, Cantik itu cewek yang punya badan ideal, punya tinggi semampai.
Ada yang bilang, Cantik itu cewek yang punya kulit putih, punya rambut panjang berwarna hitam yang tergerai indah.
Ada juga yang bilang, Cantik itu cewek yang punya badan ideal, punya tinggi semampai.
Lainnya ada yang bilang, Cantik itu cewek yang punya mata belo', punya gigi gingsul, punya bulu mata yang lentik, punya lesung pipi.
Tapi orang lain pernah bilang, Cantik itu cewek yang pake barang-barang mahal, dari baju sampai aksesoris.
Dan ada yang bilang, Cantik itu cewek berkerudung, pake baju lengan panjang, menutupi semua auratnya.
Sekarang, menurut sudut pandangku, cantik itu sesuatu yang dimiliki semua cewek di dunia. Tapi, ada yang membedakan kecantikan mereka.
Menurutku, cantik itu bukan dari fisik aja, bukan sesuatu yang gamblang dilihat oleh mata.
Tapi kecantikan yang membedakan tiap cewek itu ada dalam diri mereka masing-masing.
Cantik yang berharga adalah kecantikan yang timbul dari hatinya.
Kebaikan yang ada dalam dirinya, kesabaran yang selalu membuatnya tersenyum, pengertian yang selalu diberikannya, ketulusan yang ada dalam hatinya.
Jangan pernah menilai seorang cewek dari penampilan fisiknya, tapi nilailah dari hatinya dan apa yang dia lakukan untuk kalian.
Penampilan fisik bisa membohongi, tapi ketulusan hatinya tak pernah kau ketahui jika kau tak benar-benar mengenalnya.
Dan ingat, semua cewek yang ada di sekitar kalian itu cantik.
Jadi apa menurutmu tentang kata cantik? :)
Kamis, 12 Januari 2012
tak berjudul
Sebenarnya, cinta bukanlah hal yang menyakitkan
Tapi sesuatu yang indah
Sadarlah . . .
Bahwa cintamu bukan hanya untuk dia
Bahwa cintamu bukan hanya untuk dia
Tapi begitu banyak cinta yang ada dalam hatimu
untuk orang lain
Untuk orang tuamu, sahabatmu, temanmu
Juga untuk dirimu sendiri
Jangan pernah kau menyalahkan Tuhan
Karena Tuhan begitu adil
Tuhan tahu, ini yang terbaik bagimu
Jika kau tetap bersamanya, mungkin akan lebih menyakitkan
Dan Tuhan akan memberikan seseorang yang lebih baik dari dirinya
Ingat, kamu hidup di masa sekarang
Jangan kau terlarut di masa lalu
Dan berpikirlah untuk masa yang akan datang
Selasa, 10 Januari 2012
Awalnya
Aku terdiam melihat seseorang di hadapanku saat berada di rumah Dina.
Cowok bertubuh kurus, kira-kira tingginya 170 cm. Berkulit kuning langsat. Kaos kuningnya setelan dengan gelang yang dipakainya di pergelangan tangan kanannya. Dan topi coklatnya masih menempel di kepalanya walau sudah memasuki ruang tamu rumah Dina.
Kami ke rumah Dina untuk menjenguknya. Dina terserang tifus dan sudah 2 hari dia nggak ke kampus.
Kembali ke cowok tadi, dia melihatku sambil membuka topinya.
“Kenapa?”, tanyaku pelan.
“Cepetan habisin makanannya!”, perintahnya yang membuatku tersentak kaget. Dihadapanku memang ada semangkuk mie ayam yang dibelikan Dina juga untuk teman-teman lainnya. Mie dalam mangkukku belum setengahnya pindah ke perutku, padahal kami semua makan sudah sedari tadi. Saat dia melihatku, aku hanya memutar-mutar garpu ke dalam mie.
“Kok gitu? Kenapa?”, tanyaku enteng sambil menuangkan air putih ke gelasku.
“Aku nggak suka kalo’ liat orang yang makannya lama.”, jawabnya santai masih melihatku.
Aku menghela nafas dan membatin. Kenapa segitunya dia memperhatikan aku, padahal kita belum saling kenal. Ah, mungkin kebiasaannya memarahi orang yang makannya lama. Aku juga nggak kenal dia. Selama kuliah, aku nggak pernah sekelas sama dia. Walaupun kita seangkatan dan satu jurusan, aku tidak tau namanya, maklum kuliah masih 3 bulan. Belum mengenal semuanya.
Aku hanya mencibir ke arahnya dan membawa mangkukku serta segelas air menuju ruang tengah rumah Dina. Aku bergabung dengan Dina, Citra dan teman-teman lelaki disana. Aku melihat mangkuk Citra sudah hampir kosong dan isi mangkuk teman lelaki sudah habis dilahap masuk ke perut mereka. Aku memang orang yang nggak bisa makan cepet. Udah dari sananya seperti ini.
Sambil melahap mie-ku, kami semua bercanda menghibur Dina. Tertawa terpingkal-pingkal karena ulah Fino dengan cerita lucunya. Dan tawa kami terhenti saat cowok nyebelin tadi masuk ke ruang tengah.
“Din, kayaknya ada tamu di luar.”, katanya diikuti Dina beranjak dari tempat duduknya menuju teras.
“Ya ampun. Belum selesai dari tadi?”, tanyanya heboh melihat ke arahku yang masih menyuapkan mie ke mulutku. Aku sebentar melihatnya kemudian melihat ke arah mangkuk-mangkuk di atas meja yang sudah bersih. Fino, Citra dan yang lainnya serentak melihat ke arahku saat dia bertanya tadi.
“Nggak usah heran, Vita kalo’ makan emang lama.”, ledek Citra yang ada di sebelahku. Aku hanya melirik Citra diikuti senyum Citra dan teman-teman.
“Kenapa sih? Porsinya banyak nih, nggak muat perutku!”, belaku.
“Alasan! Citra aja udah habis.”
“Iya! Iya! Ini tinggal dikit.”, kataku sambil berusaha menghabiskan mie dalam mangkukku.
“Perhatian banget Ga? Suka sama Vita?”, kata-kata Citra ini membuatku membelalakkan mata ke arah Citra. Tapi berbeda dengan Fino dan lainnya, mereka tertawa dan mulai menggoda. Cowok nyebelin itu hanya tersenyum dan duduk di sebelah Fino.
Akhirnya aku menghabiskan makananku walau sedikit terpaksa. Aku membantu Citra membawa mangkuk-mangkuk kosong ke dapur rumah Dina untuk dicuci oleh pembantu Dina.
“Itu siapa sih Cit?”, tanyaku saat kami mencuci tangan di wastafel dapur.
“Kamu nggak tau?”, heran Citra. Akupun menggelengkan kepala. “Namanya Rhega.”
“Oh.”, jawabku singkat. Aku memang nggak pernah tau nama itu ada di antara temen-temenku.
Rhega ternyata cowok yang super PD. Ekspresinya saat dia bercerita membuat semua orang tertawa. Tingkahnya yang berlebihan membuat orang-orang yang ada di sekitarnya dipaksa untuk memperhatikannya.
Terkadang aku ikut tersenyum karena ulahnya jika kami berkumpul. Sejak di rumah Dina kemarin, kami sering bertemu saat ada kumpul-kumpul yang diadakan teman-teman. Tapi selama itu pula kami belum pernah berkenalan, saling berjabat tangan mengenalkan nama masing-masing. Aku hanya tau dia bernama Rhega. Dan dia tau aku bernama Vita.
Sore ini beberapa orang mengadakan belajar bersama untuk kuis besok. Kebetulan aku, Citra, Dina, dan Dewi sekelas. Jadi kami datang ke rumah Fino dan bergabung untuk belajar bersama. Bukan hanya kami berempat yang datang bergabung, tapi ada beberapa teman yang tidak sekelas dengan kami juga bergabung ke rumah Fino, termasuk Rhega.
Aku sejenak terdiam di ambang pintu rumah Fino. Rhega tersenyum kepadaku. Entah apa yang aku rasakan. Namun di otakku aku berkhayal dan berharap jika kami bisa berkenalan sewajarnya dan kami bisa mejadi teman dekat. Tapi aku sadar itu semua hanya harapan dan segera kubuang jauh-jauh.
Bukan hanya di SMA saja Fisika memusingkan kami, tapi di kuliah, kami bertemu lagi dengan Fisika. Mengerjakan latihan soal Fisika membuatku jenuh. Sudah 2 jam kami berkutat dengan soal-soal ini. Dan akhirnya aku memutuskan untuk keluar ke teras rumah Fino, sedikit berharap mendapat pencerahan untuk melanjutkan mengerjakan soal-soal ini. Aku duduk di bangku teras rumah Fino. Terasa sejuk disini, Kuhirup udara segar disini, karena hujan baru berhenti. Angin meraba kulitku, namun aku tetap menikmati di luar sini. Aku kembali mengerjakan soal-soal ini.
“Vit! Di mana?”, teriak Dewi dari arah ruang tamu.
“Di teras!”, jawabku sambil tetap menunduk membaca kertas soal di pangkuanku.
“Nomer 15 bisa?”, tanya Dewi sekali lagi.
“Bisa!”, jawabku tersenyum melihat soal nomer 15 yang berhasil aku kerjakan.
“Sini dong Vit, ajarin!”, pinta Dewi.
“Iya. Sebentar.”, jawabku sambil merapikan semuanya untuk kubawa ke dalam dan berdiri dari dudukku. Tapi dihadapanku sudah ada seseorang menggunakan kemeja biru kotak-kotak berlengan panjang dipadukan dengan jins warna gelap. Orang itu tersenyum kepadaku dan menyodorkan tangan kanannya ke arahku. Aku hanya bisa mematung dan tak mengerti dengan apa yang dia maksud. Aku tetap mendekap bukuku di dada dengan kedua tanganku. Namun matanya mengisyaratkan supaya aku menyalaminya. Tangan kananku bergerak menyalami tangannya. Terasa hangat saat tangannya mendekap telapak tanganku.
“Rhega!”, suara bassnya membuat aku terbelalak dan makin tak mengerti.
“Rhega!”, dia mengulanginya sekali lagi dan tersenyum menatapku sambil mengeratkan dekapan tangannya.
“Vita.”, bisikku sambil tersenyum dan sedikit bingung.
Rhega kembali tersenyum dan melepaskan tangannya dari tanganku dan mendarat di atas kepalaku. Dia mengusap kepalaku pelan kemudian membalikkan badan dan pergi meninggalkanku yang masih berdiri mematung.
Aku melihat punggungnya semakin menjauh dan aku tersenyum lebar.
Ternyata hari ini harapanku terkabul.
Langganan:
Postingan (Atom)
