Rabu, 22 Februari 2012
Jumat, 17 Februari 2012
Musik
Apa sih arti musik?
Musik adalah sebuah bahasa yang universal yang bisa digunakan oleh siapapun, dengan alat apapun, dan dalam kondisi apapun untuk mengekspresikan situasi atau perasaan.
Itu adalah salah satu arti musik dari sekian banyak pengertian tentang musik.
Banyak jenis musik yang disuguhkan di Bumi ini, ada pop, dangdut, rock, klasik, keroncong, hip hop, dll. Dengan beragamnya musik di dunia, seseorang bisa mendengarkan berbagai jenis musik di telinganya, tidak hanya satu. Namun yang pasti, seseorang pasti mempunyai jenis musik favoritnya.
Dalam arti luas, musik itu bahasa universal.
Musik memang penyambung negara-negara di dunia. Kita yang ada di Indonesia, secara tidak langsung mempelajari bahasa Inggris saat kita mendengarkan lagu-lagu Barat. Kenapa begitu? Karena secara tidak langsung pula, kita akan mencari tau arti bait per bait dari lagu tersebut.
Tidak hanya kita di Indonesia, orang luar negeri juga bisa bahasa kita lho, meskipun hanya hafal lirik lagu aja.
Baru-baru ini Agnes Monica berkolaborasi dengan penyanyi asal Brazil, Christian Chavez. Di dalam lirik lagu yang mereka bawakan, diselipkan beberapa lirik menggunakan Bahasa Indonesia. Dengan tenarnya duet mereka, banyak masyarakat Brazil yang hafal lagu tersebut. Dan mereka juga bisa menyanyikan lirik lagu yang berbahasa Indonesia pula.
Musik juga bisa menginspirasi seseorang.
Musik bisa menginspirasi penulis untuk membuat film, contohnya film "Malaikat Tanpa Sayap" yang saat sudah bisa ditonton di bioskop-bioskop. Dan ternyata, penulis film ini mengakui bahwa film ini ada karena dia terinspirasi dari lagu yang berjudul "Malaikat Juga Tahu", yang dinyanyikan oleh Dewi Lestari.
Musik juga bisa mengekspresikan situasi atau perasaan.
Nah, yang satu ini pasti setuju, bagaimanapun perasaan kita, pasti akan diikuti dengan lagu. Yah, semacam soundtrack dalam hidup kita.
Dalam keadaan senang, kita mendengarkan lagu-lagu yang ceria, yang membuat kita tersenyum.
Dalam keadaan sedih, kita juga mendengarkan lagu-lagu sedih. Saat patah hati misalnya, kita mendengarkan lagu-lagu yang menyayat hati.
Dan situasi yang satu ini banyak dialami remaja saat ini, yaitu galau. Yah, lagu-lagu slow, lagu yang meneteskan air mata, lagu yang menggugah perasaan, itu adalah pilihan lagu untuk kegalauan.
Musik juga bisa menjadi kenangan bagi beberapa orang.
Musik juga sebagai mata pencaharian seseorang.
Banyaknya studio musik, pencipta lagu, label musik, dll. Itu adalah sedikit dari banyaknya usaha dari musik.
Musik sangat banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari.
Kita bisa mendengarkannya setiap hari.
Musik dari televisi, radio, di jalan, di mobil, bahkan di dalam HP kita, kita mengisi lagu-lagu yang sesuai situasi perasaan kita.
Kadang ada yang berpendapat, seseorang bisa diketahui dari HPnya, karena lagu-lagu yang ada di HPnya.
Yahh, musik tidak akan pernah mati. Musik bagian kehidupan seseorang. Dunia tidak bisa dipisahkan dengan musik.
Dan musik akan selalu menjadi soundtrack kehidupan kita.
So, apa arti musik buat kamu?
Selasa, 14 Februari 2012
quote of the day
"embun tidak perlu warna untuk membuat daun jatuh cinta." -malaikat tanpa sayap-
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
Sabtu, 11 Februari 2012
quote of the day
"Mengalah bukan berarti kalah, tapi kau tau, mengalah itu tanda mengerti."
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
Rabu, 08 Februari 2012
quote of the day
"Jangan berkata paham, bila kau belum tentu benar-benar paham.
Paham yang kau bilang bisa benar bisa salah.
Kau bahkan tidak paham akan keadaan ini.
Kau tidak tau keadaan yang sebenarnya.
Jadi jangan kau bermain dengan kata paham."
Jadi jangan kau bermain dengan kata paham."
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
quote of the day
"Jangan pernah melihat sesuatu dari satu sisi, hanya dari sudut pandangmu saja misalnya.
Tapi lihat juga dari sisi lain.
Supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan keegoisan.
Ingat, masalah bukan hanya datang padamu saja, tapi orang lain juga merasakannya."
Label:
quote of the day
Lokasi:
Jember, Indonesia
Selasa, 07 Februari 2012
Kertas Yang Kau Remas
Suatu hari, kau duduk di kursi menghadap meja di depanmu.
Duduk dengan nyaman di sana.
Kau melihat barang-barang yang ada di atas meja.
Kau yang mempersiapkan itu semua sebelum kau duduk tenang di sana.
Ada kertas putih tersusun rapi di sebelah tangan kananmu, bolpoin hitam dan merah, ada juga spidol bertebaran warna di atas meja.
Selain itu, ada lembaran usang yang penuh tulisan dan gambar di sebelah tangan kirimu.
Sambil tersenyum bahagia, kau ambil selembar kertas putih yang ada.
Awalnya kau memandang kertas itu, membolak-baliknya dan kemudian kau letakkan secara halus di atas meja.
Awalnya kau memandang kertas itu, membolak-baliknya dan kemudian kau letakkan secara halus di atas meja.
Kau mulai memilih alat tulis yang ingin kau pakai.
Dan kau mulai menggoreskan bolpoin hitam di atas kertas itu.
Menulis huruf demi huruf hingga menjadi kata.
Menyusun kata demi kata hingga menjadi kalimat.
Dan merangkai kalimat menjadi sebuah cerita.
Bukan hanya warna hitam yang kau pakai.
Ada coretan merah dalam kata-katamu.
Mungkin kau sedang merasa marah saat kau menulis kata itu.
Bukan hanya cerita yang kau tuangkan dalam kertas, tapi juga gambar yang sangat indah.
Kau menggambar pelangi di sana.
Dengan spidol warna, kau membuat pelangi yang sangat indah dengan warna-warna indah pelangi.
Kau sangat menghayati saat kau mewarnainya.
Kau terus tersenyum saat menggambarnya.
Entah kenapa kau menggambar pelangi yang dalam kenyataan akan datang sekilas menghiasi bumi, bukannya matahari yang selalu menyinari bumi dengan tulus di setiap siang.
Kau terus tersenyum saat menggambarnya.
Entah kenapa kau menggambar pelangi yang dalam kenyataan akan datang sekilas menghiasi bumi, bukannya matahari yang selalu menyinari bumi dengan tulus di setiap siang.
Dan saat kau mulai kembali menuangkan kata-katamu, tulisanmu seakan redup dan kabur.
Hampir tidak bisa terbaca.
Hampir tidak bisa terbaca.
Banyak jarak yang kau biarkan di atas kertas itu.
Di saat kekosongan yang kau buat di lembar putih itu, kau berfikir sejenak.
Meletakkan alat tulismu, dan mulai terdiam memandangi kertas itu.
Kau begitu lama berfikir, tapi akhirnya kau mulai menemukan jawaban.
Kau menghela nafas dan tangan kananmu mulai bergerak mengangkat kertas itu dari meja.
Memandangi sebentar kemudian kau mulai menggerakkan tanganmu.
Dan kau meremas kertas itu.
Kau buang kertas itu ke lantai.
Kau tidak memperdulikan kertas itu, tapi kau kembali menggenggam kertas yang ada di meja.
Kau menggenggam lembaran usang yang ada di atas meja.
Bukan hanya selembar kertas usang, namun ada berlembar-lembar kertas usang di sana.
Ternyata lembaran usang itu juga kau tulis dengan indah cerita dari tanganmu dan terlihat lukisan indah gambar-gambar dengan warna menarik di sana.
Kini kau lebih memilih lembaran usang itu.
Mungkin kau tak sadar, lembaran usang itu tersenyum bahagia ke arahmu dan tersenyum sinis ke arah remasan kertas yang ada di lantai.
Dan kau tau, AKULAH KERTAS YANG KAU REMAS.
diam dan mengalah
diam bukan berarti bisu
diam bukan berarti lemah
diam bukan berarti bodoh
diam juga bukan berarti takut
kau tau,
hanya diam yang bisa kulakukan
diam yang berarti mengalah
mengalah bukan karena kalah
tapi mengalah untuk menjaga perasaan
perasaanmu dan perasaannya
juga menjaga harga diriku di depan matamu
ingat,
diam juga berarti sabar untukku
tapi sabarku ada batasnya
jangan pernah kau menghina dan menyakitiku
aku tau,
kau tidak mau kehilangan dia
semua kata-katamu tentangnya yang kau ceritakan padaku hanya kepulan asap belaka
pintarnya kau bermain kata dan bersikap manis
hingga semua orang mengagumi kesempurnaanmu
dan aku kembali diam karena aku cukup tau sajalah akan keadaan ini
cukup aku simpan saja
dan diamku bukan berarti untuk kau manfaatkan lagi
karena aku tau bagaimana dirimu dan bagaimana dirinya
Langganan:
Postingan (Atom)
