Kamis, 26 Juli 2012

Tentang Hati

Kalo udah bulan Ramadhan gini pasti banyak acara TV yang menayangkan para ustadz berceramah.
Nah nggak sengaja aku lagi nonton acara TV dengan UJE penceramahnya.
Inti ceramahnya tentang hati.

Ketika Allah menciptakan mata manusia, Malaikat Jibril mengetahui fungsi mata untuk melihat.
Ketika Allah menciptakan mulut manusia, Malaikat Jibril mengetahui fungsi mulut untuk berbicara.
Tapi ketika Allah menciptakan hati manusia, Malaikat Jibril tidak mengetahui fungsi hati itu untuk apa.
Dan segera dijawab oleh Allah, bahwa hati berfungsi untuk menyimpan potret memori seseorang tersebut dari masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang.
Apa yang ada di dalam hati sangatlah rahasia. Tidak ada yang tahu isi hati seseorang.
Yang mengetahui apa yang ada di dalam hati orang tersebut hanyalah dirinya dan Allah.
Itulah mengapa isi hati manusia sangatlah rahasia.

Dan ketika engkau bisa memaknai hati, maka masuklah ke dalam kamar hati untuk mengintrospeksi diri dalam cermin hati, supaya berhati-hati untuk sesuatu yang menyakitkan hati.

Jumat, 20 Juli 2012

Tenggelam

"Kenapa?", tanyamu saat melihat wajahku duduk di sebelahmu.
"Nggak kenapa-napa.", jawabku sebal sambil memainkan tas selempangku.
"Kok gitu jawabnya? Ngambek?", tanyamu lagi.
"Nggak!", jawabku ketus.
"Marah gara-gara semalem? Aku kan udah bilang, aku berangkat ke toko bukunya. Kamu malah ngebatalin."
"Kok aku? Aku kan udah ngajak kamu, tapi nggak digubris. Eh, kalo temenmu yang ngajak langsung aja berangkat."
"Tuh kan, kamu nggak pernah tanya ke aku. Kata siapa aku nggak ngegubris kamu?"
"Ah. Udah deh. Males!", jawabku sebal sambil menopang dagu menatap lurus pepohonan yang ada di hadapanku.
"Wanita itu selalu tenggelam dengan pikirannya sendiri.", katamu.
Aku diam.
"Wanita selalu dipengaruhi sama pikirannya sendiri. Apa yang ada di pikirannya pasti dianggap akan terjadi. Padahal belum tentu.", katamu lagi.
Aku tetap diam. Memikirkan kalimat-kalimat yang kau ucapkan barusan.
'Ada benarnya. Tapi sudah sering kamu tidak mempedulikan aku, yang aku katakan bahkan ajakan. Dan barusan aku hanya mengungkapkan kekesalanku, tapi . . . . '
Aku menggantungkan kalimat dalam pikiranku. Takut kembali tenggelam dengan pikiranku sendiri.
Dan hening menghampiri, ditemani angin sejuk yang menyibak rambut panjangku.