Jumat, 25 Januari 2013

Usaha dan Nilai

Pernah ngerasa kalo usaha kita belum sepenuhnya dihargai?
Orang tua merasa belum puas dengan nilai yang kita dapatkan, padahal kita sudah berusaha sekuat tenaga, jungkir balik, lari – lari bahkan untuk mendapat nilai yang baik untuk kita.
Yah, itu yang aku alami.

Kalo masa SMA dulu, mata pelajarannya sama semua dari kelas 1 sampe kelas 3, tapi level nya yang berbeda. Kalo di kelas 1 ada matematika, di kelas 3 juga ada matematika, tapi materinya lebih susah yang kelas 3 dibandingkan yang kelas 1.
Bener kan?
Tapi ini bukan jaman SMA lagi, aku sudah kuliah. Bukan mata pelajaran yang aku tempuh, tapi mata kuliah, yang tiap semesternya berbeda materi yang didapatkan. Bukan matematika yang naik level lagi, tapi materi baru yang harus aku tempuh.
Setiap mata kuliah pasti ada kesulitannya sendiri, ada pula yang tidak susah. Dari kesulitan itu, aku harus membuatnya mudah dengan belajar. Berusaha memahami materi baru itu sudah usaha yang baik, apalagi bisa menjawab kuis dan ujiannya, itu bisa dibilang sangat baik.

Untuk saat – saat akhir semester seperti ini memang banyak yang dibuat galau oleh nilai. Atau bahkan galau dengan nilai IP dengan menebak – nebaknya, “naik atau turun ya?”.
Setelah semua nilai keluar, kita bisa merasakan kita tersenyum atau hanya termenung. Tersenyum karena nilai yang memuaskan atau termenung karena nilai yang tidak sesuai harapan?
Tapi itu nilai dari usaha yang harus disyukuri.

Saat nilai sudah keluar, kita seakan pamer ke orang tua kita.
“Ma, Ayah, nilai IP ku turun. Nggak jauh sih, tapi masih bagus kok.”
“Kok bisa turun? Kenapa turun? Harusnya bisa naik. Payah kalo turun.”
Iya, itu yang aku dengar dari orang tuaku, mungkin mereka kecewa karena nilaiku turun.
Tapi ini usahaku, nggak terlalu buruk kok semester ini. Masih bagus, nggak jauh dari nilai semester lalu yang bisa membanggakan kedua orang tuaku.
Tapi kalau orang tua sudah berkata seperti itu, rasanya ingin marah dan sebal. Semester ini aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat nilai yang baik untuk kembali membanggakan kalian, orang tuaku.

Tapi itu memang watak orang tua, yang selalu ingin anaknya menjadi terbaik untuk bisa dibanggakan. Mungkin bukan suatu bentuk marah atau kecewa berlebihan, tapi suatu motivasi untukku supaya bisa memahami apa yang mereka inginkan.

Tapi disini aku juga ingin mengatakan, bahwa nilai itu hanya sebuah bentuk akhir dari usaha yang sudah dilakukan. Dengan usaha yang sungguh – sungguh dan niat yang baik, maka nilai akan mengikuti. Bukan karena nilai tidak penting, tapi sebuah proses dan usaha lah yang lebih penting. Karena percuma jika nilai yang didapatkan merupakan bentuk kecurangan dalam usaha sebelumnya. Dan lebih baik mendapatkan nilai dengan usaha yang memang berasal dari diri sendiri tanpa kecurangan yang berlebihan.

Dan doaku yang terakhir, semoga para orangtua bisa mengerti bagaimana usaha anaknya dalam mengikuti perkuliahan yang tidak mudah.

9 komentar:

Rendra mengatakan...

Sabar dek...

Bukan hanya orang tua, tapi hampir semua orang hanya mau melihat hasilnya tanpa mau melihat prosesnya...

Padahal pengalaman itu kita dapatkan dari proses, dan hasil hanyalah kesimpulan dari semua proses yang kita jalani...

Tetap semangat, dan jangan sampai mudah menyerah. Jadikan kekecewaan orang tua sebagai tenaga pendorong untuk memperbaiki nilai semester, tapi ingat kita harus mendapatkan hasil yang terbaik dari kemampuan kita secara jujur. Itu yang susah...

-good luck-

widya ika pravita mengatakan...

iyaa mas. makasii ya mas. :)

komen yang memotivasi. :p

Rendra mengatakan...

Sebenarnya pengalaman adek sama kok sama pengalamnku, makanya aku bisa komen seperti itu..

Terkadang memang benar, untuk menjadi diri kita sendiri kita perlu menutup telingan (dari pembicaraan yang akan membuat kita ragu melangkah), menutup mata (dari pandangan yang akan menjatuhkan langkah), dan tetap fokus.

*edisi curhat

widya ika pravita mengatakan...

postingan ini juga curhat kok mz. :)

jadi motivator aja nih mas nya. :p

Rendra mengatakan...

Walah ya gak segitunya dek, pengalaman kita sebagai mahasiswa pasti hampir2 sama...

Yang penting jangan sampe surut semangat yang ada didalam diri kita. Dan jangan sampe lelah untuk berubah menjadi diri yang lebih baik lagi...

widya ika pravita mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
widya ika pravita mengatakan...

asiikkkk. komennyaa baguusss. :D

Rendra mengatakan...

Komen mana yang bagus??
Heheheee....

widya ika pravita mengatakan...

ya baguuss ajaa dah. :p

Posting Komentar