Aku bukan penyanyi. Jika sedih, aku tak bisa meluapkannya dengan bernyanyi. Atau bahkan suaraku fals dan tak mengerti nada. Aku hanya bisa mendengarkan lagu-lagu dari HP untuk penghilang rasa sedih.
Aku bukan pemusik. Jika sedih, aku tak bisa memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Aku tak bisa memainkan tuts hitam putih piano untuk menenangkan hati ini.
Aku bukan tipe orang yang meluapkan kesedihan dengan makan. Jika sedih, aku tidak bisa makan makanan kesukaanku sepuasnya. Atau makan nasi sebanyak-banyaknya, bahkan coklat kesukaanku tidak pernah kusentuh.
Aku bukan tipe orang yang jika sedih berjalan sendiriandi keramaian untuk meratapi kesedihan. Duduk di antara keramaian dan memikirkan kesedihan.
Aku bukan tipe orang yang meluapkan kesedihan dengan shopping alias belanja. Mencuci mata dengan barang-barang yang dipajang di mall. Aku tidak bisa melakukan itu.
Aku juga bukan tipe orang yang duduk termenung untuk menangisi apa yang sudah terjadi. Duduk sendiri entah dimana tanpa ditemani siapa-siapa.
Jika sedih menyapaku, aku hanya bisa menulis. Jika sesuatu terjadi padaku, aku hanya bisa menulis. Menulis kata-kata di atas kertas. Kata-kata yang berasal dari kesinkronan antara pikiran dan hati.
Tanganku teru menulis huruf demi huruf hingga menjadi kalimat. Dan kalimat itu bisa menjadi puisi atau paragraf dalam berlembar-lembar kertas.
Entah apa yang tertuangdalam kertas itu, itu semua ungkapan dari hati.
Aku suka dengan tulisanku. Kadang terbentuk suatu kata-kata atau kalimat-kalimat deskriptif yang menggambarkan suatu kejadian, atau kalimat beranalogi, atau bahkan kalimat pengandaian.
Hanya kata-kata yang bisa aku tulis untuk suasana hatiku.
Bahkan saat aku jatuh cinta pada seseorang, aku hanya mampu menulis.

0 komentar:
Posting Komentar